
Otoritas Perjudian Curaçao (Curaçao Gaming Authority/CGA) mengumumkan perpanjangan enam bulan untuk lisensi perjudian sementara, memberi waktu tambahan bagi operator terpilih untuk memenuhi persyaratan regulasi baru. Lisensi yang awalnya dijadwalkan berakhir pada 24 Juni 2025 kini akan berlaku hingga 24 Desember 2025.
Lisensi Green Seal B2C dan B2B Termasuk
Perpanjangan ini mencakup operator Green Seal B2C dan pemegang lisensi B2B di bawah National Ordinance for Games of Chance (LOK). CGA akan mendistribusikan lisensi yang diperpanjang selambat-lambatnya pada 27 Juni. Tujuan perpanjangan ini adalah memberi waktu cukup kepada para pemohon untuk memenuhi standar kepatuhan baru saat negara ini bertransisi ke kerangka regulasi yang lebih ketat.
Menurut CGA, operator harus menunjukkan kemajuan nyata atau kepatuhan penuh terhadap daftar periksa (checklist) yang ditetapkan agar memenuhi syarat untuk mendapatkan lisensi penuh pada akhir periode perpanjangan. “Perpanjangan hingga maksimal enam bulan, atau penerbitan lisensi penuh, akan bergantung pada tingkat kemajuan yang ditunjukkan,” ujar CGA.
Aturan Lebih Ketat dalam Kerangka Baru Curaçao
Kerangka LOK yang baru memperkenalkan langkah-langkah pencegahan pencucian uang (AML) yang lebih ketat, protokol kepatuhan yang ditingkatkan, dan portal penyelesaian sengketa wajib bagi operator berlisensi. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan reputasi internasional Curaçao sebagai pusat perjudian yang diatur dan bertanggung jawab.
Operator yang menerima lisensi pada atau setelah 25 Desember 2024 diharapkan untuk patuh—atau menunjukkan kemajuan signifikan—dalam enam bulan pertama mereka. CGA menegaskan bahwa operator yang tidak patuh tidak akan memenuhi syarat untuk lisensi penuh.
Penundaan dan Kontroversi dalam Proses Reformasi
Perombakan regulasi di Curaçao menghadapi beberapa hambatan. Diperkenalkan pertama kali pada September 2023, kerangka kerja LOK mengalami kesulitan karena jumlah aplikasi yang membludak di tahap awal. Banyak pemohon gagal menyerahkan dokumen yang diperlukan, menyebabkan keterlambatan proses.
Menambah kerumitan, politisi lokal Luigi Faneyte dari Real Alternative Party menuduh CGA mengeluarkan lisensi tanpa dasar hukum yang jelas, yang diduga menyebabkan penyimpangan keuangan. Ia mengajukan klaim tersebut ke jaksa agung pada November 2024.
Namun, CGA dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa proses perizinan baru dilakukan secara transparan dan menyeluruh.




