Filipina Menargetkan Permainan Online Ilegal, Tidak Akan Lakukan Larangan Total

Filipina

Pemerintah Filipina menegaskan bahwa mereka tidak akan menerapkan larangan total terhadap permainan online, namun terus meningkatkan upaya untuk membongkar situs permainan ilegal.

Dalam konferensi pers di Malacañang pada hari Kamis, Istana Kepresidenan mengonfirmasi bahwa dua lembaga—Philippine Amusement and Gaming Corporation (PAGCOR) dan Department of Information and Communications Technology (DICT)—secara aktif menindak situs permainan tidak sah. Hingga saat ini, DICT telah menurunkan sekitar 7.000 situs ilegal yang ditandai oleh PAGCOR.

Namun, pihak berwenang mengakui bahwa penegakan hukum masih menjadi tantangan. “Begitu kami menutup mereka, mereka dengan cepat membuat situs baru,” ujar juru bicara Istana, menyoroti kelincahan operator di balik platform ilegal.

Saat ditanya mengenai kemungkinan larangan nasional terhadap permainan online—seperti judul populer Scatter—juru bicara tersebut menjelaskan bahwa pembatasan total tidak akan diberlakukan. Permainan online legal, yang memiliki lisensi dan diawasi oleh PAGCOR, akan terus beroperasi di bawah pengawasan ketat.

“Itu adalah aktivitas yang dikontrol dan dipantau,” jelas pejabat tersebut, menekankan bahwa platform yang diakreditasi PAGCOR sangat berbeda dari situs tidak berizin.

Kekhawatiran Tumbuh atas Kecanduan Permainan Online

Meskipun demikian, pemerintah tetap khawatir atas meningkatnya kasus kecanduan permainan online. Pihak berwenang mengakui bahwa semakin banyak warga Filipina menghabiskan waktu berjam-jam di platform daring, yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan produktivitas.

Ke depan, pemerintah berencana memperkuat kampanye kesadaran publik dan mendorong praktik permainan yang bertanggung jawab, sembari melanjutkan penindakan terhadap situs ilegal.