
Legislator Dorong Pembatasan Akses Dompet Digital ke Situs Judi
Para legislator di Filipina bergerak untuk membatasi bagaimana aplikasi dompet digital menghubungkan pengguna ke perjudian online, dengan tujuan melindungi masyarakat dari risiko kecanduan dan kerugian finansial yang kian meningkat.
Perwakilan Jonathan Keith Flores memperingatkan bahwa dompet digital membuat pengguna terlalu mudah mengisi saldo dan memasang taruhan, sehingga banyak orang berjudi melebihi kemampuan mereka. Ia menekankan bahwa warga Filipina berpenghasilan rendah sangat rentan karena sering berharap judi bisa menyelesaikan masalah keuangan mereka, padahal justru membuat mereka semakin terjerat utang.
“Meskipun dompet digital membantu dalam pembayaran sehari-hari, dompet digital tidak seharusnya menjadi pintu gerbang ke kasino online dan platform taruhan,” kata Flores. Ia juga mencurigai beberapa penyedia dompet digital mendapat keuntungan dari kemitraan terkait perjudian dan mendesak mereka untuk menghapus tautan perjudian dari aplikasi mereka.
Beberapa dompet digital di Filipina kini memiliki direktori bawaan berisi permainan judi dan bahkan menawarkan layanan pinjaman, yang dapat mendorong pengguna ke perilaku keuangan berisiko.
Meskipun para legislator belum mengumumkan sanksi khusus, Flores menyerukan penelitian lebih mendalam untuk memutuskan lembaga mana yang harus mengatur layanan ini dan bagaimana menegakkan aturan baru. Sementara itu, ia mendesak Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) dan Securities and Exchange Commission (SEC) untuk meninjau bagaimana perusahaan dompet digital memfasilitasi akses ke perjudian.
Perwakilan Rolando Valeriano mengambil sikap lebih keras, menyerukan pencabutan izin operator perjudian online. Ia ingin aktivitas judi kembali ke tempat fisik di bawah pengawasan yang lebih ketat, karena percaya pendekatan ini menawarkan kontrol dan perlindungan lebih baik bagi para penjudi di Filipina.
Pada akhirnya, para legislator percaya mereka harus bertindak untuk menghentikan dompet digital dari memicu kecanduan judi dan kesulitan keuangan di seluruh Filipina.




