Filipina Perintahkan E-Wallet Putuskan Akses ke Platform Judi dalam 48 Jam

Filipina e-wallet

Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) telah memerintahkan semua penyedia e-wallet untuk memutus akses ke platform judi online dalam waktu 48 jam. Arahan ini menargetkan tautan dalam aplikasi yang menghubungkan pengguna langsung ke situs taruhan. Wakil Gubernur BSP, Mamerto Tangonan, mengumumkan langkah ini saat dengar pendapat di Senat, dengan alasan terdapat hampir 12.000 situs judi ilegal aktif di negara tersebut.

Senator Dorong Tindakan Segera

Beberapa legislator mempertanyakan masa tenggang 48 jam, menegaskan bahwa operator e-wallet bisa bertindak segera. Senator Alan Peter Cayetano menanyakan mengapa BSP memberi tambahan dua hari aktivitas judi. Senator Erwin Tulfo memperingatkan Tangonan untuk menghapus semua tautan sebelum Sabtu malam atau menghadapi tuduhan penghinaan. Pejabat siber menegaskan bahwa secara teknis tautan bisa dihapus segera, menimbulkan pertanyaan atas alasan BSP menunda tindakan.

Kelompok Industri Peringatkan Risiko

PlaySafe Alliance PH, yang mewakili operator berlisensi, mendesak regulator untuk tetap menggunakan e-wallet sebagai alat penegakan hukum, bukan memutusnya sepenuhnya. Mereka menjelaskan bahwa platform pembayaran teratur menyediakan data Know Your Client (KYC) dan jejak transaksi penting yang membantu otoritas melacak operator ilegal. Tanpa pemantauan e-wallet, operator dan pemain bisa beralih ke kurir tunai atau metode pembayaran yang lebih sulit dilacak.

Pengetatan Regulasi Meningkat

Para legislator terus mendorong pengawasan lebih ketat atau larangan total terhadap judi online karena dampak sosialnya yang semakin besar. Sebagai respons, BSP berencana memperkenalkan regulasi pembayaran yang lebih ketat, termasuk verifikasi identitas yang ditingkatkan, batas transaksi harian, dan pemantauan lebih dekat terhadap aktivitas terkait judi.