India Memeriksa Google Terkait Iklan Judi, Sementara Meta Mangkir dari Sidang

Google Ads

Direktorat Penegakan Hukum India (Enforcement Directorate/ED) telah memeriksa Google dalam penyelidikan pencucian uang yang sedang berlangsung terkait iklan perjudian online ilegal. Sementara itu, Meta tidak hadir meskipun telah menerima panggilan serupa.

ED tengah menyelidiki bagaimana platform judi tanpa lisensi dapat menayangkan iklan di saluran digital besar, yang berpotensi menyesatkan pengguna dan memungkinkan terjadinya kejahatan keuangan berskala besar. Pejabat mencurigai adanya penggelapan pajak besar dan pencucian uang senilai “beberapa crore rupee.”

Google mematuhi panggilan tersebut dan mengirim perwakilannya untuk hadir di hadapan lembaga tersebut. Google juga berjanji akan memberikan kerja sama penuh dan diperkirakan akan menyerahkan dokumen relevan serta pernyataan dari petugas kepatuhan. “Kami berkomitmen membantu penyelidik untuk menindak pelaku kejahatan dan melindungi pengguna,” kata juru bicara Google.

Sebaliknya, Meta—pemilik Facebook dan Instagram—tidak mengirim perwakilan maupun memberikan penjelasan atas ketidakhadirannya. Perusahaan tersebut hingga kini belum mengeluarkan komentar publik.

Penyelidikan ED telah meluas untuk mencakup selebritas, influencer media sosial, dan atlet yang mungkin telah mempromosikan platform ilegal.

Google menyatakan bahwa mereka menggunakan kombinasi AI dan peninjauan manusia untuk menegakkan kebijakan iklan. Pada tahun 2023, Google telah menghapus lebih dari 247 juta iklan dan menangguhkan hampir 3 juta akun pengiklan di India.