
Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) bersiap untuk mengambil tindakan lebih tegas terhadap kasino online luar negeri yang menargetkan pengguna di Jepang. Ini merupakan bagian dari langkah penegakan baru terkait revisi undang-undang kecanduan judi yang akan berlaku mulai 25 September.
UU Baru Menargetkan Iklan dan Akses Situs
Undang-undang yang direvisi, disahkan pada bulan Juni, memperluas cakupan aktivitas perjudian ilegal. Kini secara eksplisit melarang pengoperasian atau memfasilitasi akses ke situs kasino yang menargetkan pasar Jepang. Selain itu, undang-undang ini juga melarang promosi atau iklan situs-situs tersebut.
Berdasarkan aturan baru, NPA akan meminta platform asing maupun domestik untuk memblokir akses ke situs-situs tersebut. Mereka juga harus menghapus konten promosi seperti iklan, video, atau bahasa yang menargetkan audiens Jepang.
Pihak berwenang akan mengawasi dengan ketat situs yang menggunakan frasa seperti “tersedia dukungan berbahasa Jepang” atau “sangat direkomendasikan”—bahkan jika platform tersebut mengklaim hanya menawarkan layanan gratis atau menyertakan disclaimer. Jika kontennya dianggap mendorong perjudian, maka tetap bisa dinyatakan melanggar hukum.
Pemantauan dan Penegakan Hukum yang Diperluas
Internet Hotline Center, yang saat ini memantau konten online terkait pelanggaran hukum seperti pelecehan anak dan narkotika, akan memperluas perannya. Kini mereka juga akan memantau konten terkait perjudian, bekerja sama erat dengan NPA untuk mengidentifikasi dan menghapus promosi kasino ilegal di berbagai platform digital.
Pejabat memperkirakan sekitar 3,37 juta orang di Jepang pernah mengakses kasino online. Penindakan ini bertujuan untuk membendung tren tersebut dan memperkuat sikap nol toleransi Jepang terhadap perjudian tanpa lisensi.




