
Keputusan Belanda untuk menaikkan pajak perjudian dari 30,5% menjadi 34,2% pada Januari 2025 justru menimbulkan dampak yang tak diinginkan, menurut data terbaru dari industri dan regulator.
Pendapatan Turun Meski Tarif Pajak Naik
Alih-alih meningkatkan pendapatan negara, struktur pajak baru ini menyebabkan kekurangan €30 juta dalam penerimaan pajak pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode yang sama di 2024. Otoritas Perjudian Belanda (KSA) mengonfirmasi bahwa pendapatan kotor perjudian (gross gaming revenue) menurun di pasar darat maupun daring, yang berdampak pada berkurangnya pemasukan meski tarif pajak lebih tinggi.
Aturan Ketat Dorong Pemain ke Situs Ilegal
Ketua VNLOK, Björn Fuchs, mengkritik efek kebijakan ini, dengan menyatakan bahwa pajak tinggi dan regulasi yang semakin ketat membuat perjudian legal semakin tidak menarik. Akibatnya, banyak pemain Belanda beralih ke platform ilegal yang menawarkan bonus lebih besar dan payout yang lebih tinggi. Yang mengkhawatirkan, sekitar 50% dari belanja perjudian daring kini mengalir ke operator ilegal yang tidak menyediakan perlindungan atau pengawasan bagi pemain.
Kasino Fisik Paling Terdampak
Sektor perjudian darat mengalami dampak paling parah, dengan jumlah lokasi permainan fisik turun 9% hanya dalam kuartal pertama 2025 — penurunan yang lebih tajam dibandingkan rata-rata 6% per tahun antara 2020 hingga 2025. Operator daring sedikit lebih tahan karena mereka bisa menyesuaikan payout dan memangkas biaya operasional.
KSA dan VNLOK Desak Peninjauan Kembali
Ketua KSA, Michel Groothuizen, menyampaikan keprihatinannya:
“Kebijakan berbasis pajak bertentangan dengan tujuan kami untuk melindungi pemain. Pasar legal yang berkelanjutan membutuhkan operator yang bertanggung jawab dan sehat secara finansial.”
VNLOK kini mendesak pemerintah untuk membekukan tarif pajak di 34,2% sementara waktu, sambil mengevaluasi dampaknya dan merumuskan solusi yang lebih efektif untuk memberantas perjudian ilegal.




