
Anggota DPR Dorong Larangan Total Perjudian Online
Di tengah seruan yang semakin kuat untuk melarang perjudian online secara nasional, Philippine Amusement and Gaming Corporation (PAGCOR) berjanji akan mematuhi undang-undang apa pun yang disahkan oleh pemerintah Filipina. Dalam pernyataan resmi pada hari Jumat, PAGCOR menegaskan:
“PAGCOR berkewajiban untuk mematuhi semua peraturan yang berlaku setelah disahkan oleh Kongres dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden.”
Lembaga tersebut juga menambahkan bahwa pihaknya mengakui wewenang para legislator untuk mengajukan kebijakan yang mereka anggap demi kepentingan masyarakat.
Saat ini, Philippine Offshore Gaming Operators (POGO) sudah dilarang. Namun, beberapa anggota Kongres kini mendorong larangan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas perjudian online. Ini termasuk Philippine Inland Gaming Operators (PIGO), yang mengalami pertumbuhan signifikan selama pandemi karena pemain beralih ke platform digital saat tempat perjudian fisik dibatasi.
Dampak Ekonomi Perjudian Online
Meski tekanan politik semakin besar, Ketua PAGCOR menyoroti peran penting perjudian online bagi perekonomian negara. Tercatat, permainan elektronik dan e-bingo menyumbang lebih dari separuh total pendapatan perjudian pada kuartal pertama tahun 2025.
Kendati demikian, mantan Presiden Senat Juan Miguel Zubiri baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya telah mengajukan Rancangan Undang-Undang “Anti-Online Gambling Act of 2025.” Ia berpendapat bahwa segala bentuk perjudian online berisiko merugikan masyarakat. RUU tersebut bertujuan untuk melarang platform taruhan online, aplikasi, dan situs web yang memungkinkan taruhan digital. Selain itu, RUU tersebut mewajibkan penyedia layanan internet (ISP) memblokir situs atau aplikasi perjudian setelah menerima pemberitahuan dari Departemen Kehakiman atau PAGCOR. Jika tidak mematuhi, ISP dapat dikenai denda atau pencabutan izin usaha.
RUU ini menjadi salah satu upaya terbaru untuk membongkar industri perjudian online di Filipina.
Tanggapan Operator atas Ancaman Regulasi
Sementara itu, operator perjudian online seperti DigiPlus Interactive Corp. telah merasakan dampak dari perdebatan ini. Harga saham perusahaan turun tajam akibat ketidakpastian regulasi.
Pada hari Kamis, DigiPlus merilis pernyataan resmi:
“Kami menekankan bahwa RUU-RUU tersebut masih dalam tahap awal proses legislasi dan belum disahkan menjadi undang-undang.”
Perusahaan meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa mereka tetap beroperasi secara penuh dan berkomitmen untuk melayani pelanggan dan pemegang saham. DigiPlus juga menegaskan keyakinannya terhadap pertumbuhan jangka panjang bisnisnya meskipun menghadapi tantangan legislasi yang sedang berlangsung.




