
Kinerja Kuat di Q1 Berkat Lonjakan eGaming
Perusahaan Hiburan dan Permainan Filipina (PAGCOR) mencatat kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama tahun 2025, dengan peningkatan pendapatan sebesar 11,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pendapatan mencapai PHP28,07 miliar (sekitar USD502,8 juta), naik dari PHP25,24 miliar pada Q1 2024. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh sektor judi online yang terus berkembang.
Operasi permainan menghasilkan PHP25,52 miliar—naik 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, permainan elektronik dan bingo online menyumbang PHP14,32 miliar atau 56% dari total pendapatan permainan PAGCOR. Sementara itu, kasino darat berlisensi menyumbang PHP8,32 miliar (32,6%), dan tempat yang dioperasikan langsung oleh PAGCOR menyumbang PHP2,88 miliar (11,3%).
Laba Meningkat karena Pengeluaran Menurun
Selain lonjakan pendapatan, PAGCOR juga berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 15,5%, menjadi PHP6,21 miliar. Disiplin keuangan ini berkontribusi pada peningkatan laba bersih yang signifikan, mencapai PHP4,22 miliar—23% lebih tinggi dibandingkan Q1 2024.
Ketua dan CEO PAGCOR, Alejandro Tengco, menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari reformasi internal dan efisiensi yang ditingkatkan. “Kinerja kami pada kuartal ini menunjukkan bahwa tata kelola yang bertanggung jawab dan perencanaan strategis membuahkan hasil,” ujarnya. Kontribusi PAGCOR terhadap pembangunan nasional meningkat menjadi PHP18,9 miliar, naik 21,5% dibandingkan tahun lalu.
Sektor Online Tumbuh Meski POGO Dihentikan
Menariknya, pertumbuhan ini terjadi meskipun PAGCOR menghentikan operasi Philippine Offshore Gaming Operators (POGO) pada Desember 2024. Tahun terakhir aktivitas POGO menyumbang PHP2,99 miliar, namun segmen digital PAGCOR tetap menunjukkan pertumbuhan.
Untuk mendukung operator berlisensi dan menekan praktik judi ilegal, PAGCOR menurunkan tarif biaya perjudian online dari 35% menjadi 30% pada Januari 2025—penurunan kedua dalam setahun. Menurut Tengco, tarif yang lebih rendah ini telah mendorong lebih banyak penyedia layanan untuk masuk ke pasar, dengan jumlah penyedia yang terakreditasi meningkat dari 49 pada 2023 menjadi 174 pada 2024.




