
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. tidak membahas topik perjudian online dalam pidato State of the Nation Address (SONA) pada hari Senin, meskipun sebelumnya muncul spekulasi bahwa ia akan menanggapi seruan yang semakin kuat untuk melarang aktivitas tersebut.
Dalam pidatonya yang berdurasi 70 menit dan sebagian besar disampaikan dalam bahasa Tagalog, Marcos menyoroti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, keamanan nasional, dan investasi asing. Ia juga menekankan kampanye antikorupsi yang diperbarui serta menyerukan keselarasan ketat antara anggaran nasional 2026 dan rencana pengeluaran pemerintah.
Namun, tidak ada satu pun pernyataan terkait industri perjudian—sesuatu yang dianggap signifikan oleh banyak pengamat. Pada SONA tahun lalu, Marcos mengumumkan penutupan semua operator perjudian luar negeri Filipina (POGO), bahkan yang beroperasi secara legal.
Para analis memperkirakan Marcos akan memperjelas sikap pemerintah, apakah akan menutup industri perjudian online sepenuhnya atau memilih jalur kenaikan pajak dan regulasi yang lebih ketat. Namun, sang presiden tetap diam soal ini.
Pihak yang menentang pelarangan berpendapat bahwa larangan total hanya akan mendorong pemain ke pasar ilegal, menyulitkan penegakan hukum dan mengurangi pendapatan negara. Sementara itu, pendukung industri memperingatkan bahwa kenaikan pajak lebih lanjut bisa menghancurkan operator legal dan mendorong pengguna ke platform ilegal.
Meskipun tidak disebutkan dalam pidato resmi, Marcos sebelumnya menunjukkan ketertarikan untuk meninjau kembali sektor ini. Para legislator juga terus mengangkat isu ini ke ruang publik, menunjukkan bahwa perdebatan masih jauh dari kata usai.




