Politisi Buenos Aires Dorong Reformasi Perjudian

Anggota parlemen Argentina, Diego R. Garciarena, menyerukan dukungan publik terhadap sebuah rancangan undang-undang yang bertujuan mengatasi kecanduan judi pada anak-anak dan memperketat regulasi perjudian online di seluruh negeri.

Melalui media sosial X (sebelumnya Twitter), perwakilan dari Unión Cívica Radical asal Buenos Aires membagikan tautan ke formulir online di mana warga Argentina dapat menandatangani dukungan terhadap RUU tersebut. Langkah ini mencerminkan kekecewaan Garciarena terhadap badan legislatif Buenos Aires yang dinilainya buntu meskipun kekhawatiran publik atas masalah perjudian semakin meningkat.

RUU yang diajukan Garciarena sejak akhir tahun lalu ini mengusulkan penggunaan wajib sistem verifikasi biometrik pada platform taruhan online. RUU tersebut juga mencakup aturan lisensi yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih kuat terhadap promosi perjudian di media sosial.

Dalam unggahan media sosialnya, ia mengkritik Gubernur Buenos Aires, Axel Kicillof, dan pemerintahannya karena “berpaling dari masalah” saat perjudian online berkembang tanpa pengawasan yang memadai. “Taruhan online berkembang tanpa kendali,” tegas Garciarena. Ia menambahkan, “RUU kami bertujuan mencegah kecanduan judi pada anak-anak.

Ia juga membagikan video yang merujuk pada laporan media lokal yang menyoroti lonjakan masalah perjudian di kalangan pelajar. Asosiasi Sekolah Swasta Argentina (ADEEPRA) telah mengeluarkan peringatan tentang iklan perjudian dan bonus gratis yang diduga menargetkan anak-anak. Iklan-iklan ini sering kali menjangkau anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua atau guru.

Saat ini, Argentina belum memiliki undang-undang perjudian nasional yang terpadu — setiap dari 23 provinsi mengatur sektor ini secara independen. Garciarena berharap tekanan publik dapat mempercepat proses pengesahan RUU dan memecah kebuntuan legislatif.

Untuk menjamin keaslian dukungan, formulir online tersebut mewajibkan pengguna memasukkan nomor DNI (Dokumen Identitas Nasional), sehingga hanya warga negara Argentina yang dapat menandatangani.