Saham DigiPlus Anjlok 20% Seiring Meningkatnya Tekanan Larangan Judi Online

Saham DigiPlus Interactive Corp., perusahaan di balik platform populer BingoPlus dan ArenaPlus, anjlok 20,4% pada hari Rabu ke PHP27,90 (US$0,49). Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya desakan dari para legislator untuk melarang perjudian online di Filipina.

Hari Perdagangan Terburuk Kedua dalam Sejarah

Penurunan ini menjadi penurunan harian terbesar kedua dalam sejarah perdagangan DigiPlus. Hanya kalah dari penurunan 23,87% awal bulan ini setelah RUU Senat yang mengusulkan regulasi perjudian yang lebih ketat diajukan, menurut The Philippine Daily Inquirer.

Marcos “Sedang Mengkaji Secara Menyeluruh” Larangan Total

Sentimen investor semakin memburuk setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengonfirmasi bahwa ia sedang “mengkaji secara menyeluruh” dampak dari kemungkinan larangan nasional. Senator Raffy Tulfo dan Sherwin Gatchalian termasuk di antara pendukung terkuat kebijakan tersebut, dengan alasan keterkaitan industri ini dengan kecanduan, penipuan, dan kerusakan sosial.

“Penurunan saham DigiPlus didorong oleh meningkatnya seruan untuk larangan total,” kata Alfred Benjamin Garcia, Kepala Riset di AP Securities.

Program Buyback Gagal Pulihkan Kepercayaan

DigiPlus baru-baru ini meluncurkan program pembelian kembali saham senilai PHP6 miliar (US$106,77 juta) untuk mencoba menstabilkan kepercayaan investor. Namun sejauh ini, upaya tersebut belum mampu menghentikan penurunan. Saham perusahaan telah merosot 57,3% dari harga tertinggi 52 minggunya di PHP65,30 (US$1,15) hanya beberapa minggu lalu.

Ekspansi ke Brasil Menjadi Harapan Baru

Meski menghadapi ketidakpastian di dalam negeri, DigiPlus bertaruh pada ekspansi internasional. Peluncuran perdananya di Brasil pada bulan September dipandang sebagai langkah krusial untuk mengurangi risiko di pasar domestik.

Kinerja Keuangan Kuat Mungkin Tidak Cukup

Secara fundamental, kinerja perusahaan tetap kuat. DigiPlus berhasil melipatgandakan laba bersihnya menjadi PHP4,2 miliar (US$74,05 juta) pada kuartal pertama 2025. Angka ini bahkan melampaui Bloomberry Resorts Corp., operator Solaire, yang mencatat PHP3,3 miliar (US$58,3 juta) di periode yang sama.

Namun demikian, para analis memperingatkan bahwa rancangan undang-undang yang menargetkan perjudian online dapat menjadi pukulan berat bagi prospek pertumbuhan DigiPlus, terutama karena ketergantungannya yang besar pada pasar Filipina.