
Senat Filipina akan menggelar sidang dengar pendapat publik minggu depan untuk menyelidiki meningkatnya aktivitas perjudian online, di tengah kekhawatiran yang berkembang mengenai dampaknya terhadap masyarakat serta seruan baru untuk melarangnya secara total.
Langkah ini menyusul Pidato Kenegaraan (SONA) Presiden Ferdinand Marcos Jr. baru-baru ini, di mana ia tidak mengambil sikap tegas terhadap isu perjudian online. Sikap diam tersebut menuai kritik dari sejumlah legislator yang menilai bahwa masalah ini membutuhkan perhatian segera.
Insiden Viral Picu Kemarahan Publik
Kekhawatiran masyarakat memuncak setelah sebuah video menjadi viral, memperlihatkan seorang anggota kongres menonton e-sabong—pertarungan ayam online—saat sidang legislatif berlangsung. Insiden ini menuai kecaman luas dan memperkuat seruan untuk meninjau kembali peran perjudian, baik di ruang publik maupun di lingkup pemerintahan.
Penyelidikan Senat Bahas Regulasi vs Pelarangan
Senator Erwin Tulfo, yang baru diangkat sebagai Ketua Komite Permainan dan Hiburan Senat, mengumumkan bahwa ia akan memimpin penyelidikan ini. Ia berencana memanggil sejumlah lembaga pemerintah seperti PAGCOR dan Departemen Keuangan, serta perwakilan dari kelompok pemuda, lembaga keagamaan, akademisi, dan organisasi orang tua.
Meskipun Tulfo menyatakan bahwa sidang ini bertujuan mendengar berbagai pandangan mengenai regulasi atau pelarangan, ia mengakui condong ke arah pelarangan total. Ia menyoroti luasnya akses ke aplikasi perjudian serta lemahnya sistem verifikasi usia yang membahayakan kaum muda.
“Perjudian online bisa diakses 24/7. Dompet digital tidak meminta verifikasi usia. Ini membahayakan anak-anak kita,” tegas Tulfo.
Pimpinan Senat Dorong Tindakan Cepat
Presiden Senat Juan Miguel Zubiri turut mengkritik Presiden Marcos karena mengabaikan isu perjudian dalam SONA-nya. Ia mendesak para legislator untuk segera bertindak, dengan alasan bahwa masalah perjudian—seperti utang, kecanduan, dan kehancuran keluarga—telah melampaui manfaat finansial yang diberikan industri tersebut.
Senator lain seperti Loren Legarda, Raffy Tulfo, Risa Hontiveros, dan Francis Pangilinan juga menyuarakan keprihatinan serupa. Sebagian mendukung regulasi yang lebih ketat, sementara lainnya mendorong pelarangan total terhadap semua bentuk taruhan digital.
Dorongan pada Perusahaan Fintech
Dalam langkah terkait, Senator Tulfo menyerukan agar perusahaan fintech seperti GCash dan PayMaya membatasi transaksi perjudian di platform mereka. Ia menyebut ini sebagai bentuk tanggung jawab korporat dan memperingatkan bahwa penyebaran konten perjudian di media sosial dan aplikasi membuat perilaku merusak tersebut menjadi “terlihat normal.”
Ia juga mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan bantuan pemerintah—seperti program 4Ps (Pantawid Pamilyang Pilipino Program)—untuk berjudi, yang akan makin memperburuk kondisi keluarga rentan.
“Kita tidak bisa menunggu undang-undang disahkan untuk menghentikan ini. Perusahaan fintech harus bertindak sekarang demi melindungi masyarakat,” kata Tulfo.
Langkah Selanjutnya?
Sidang dengar pendapat publik di Senat ini akan menjadi ajang bagi berbagai pihak untuk memaparkan data dan rekomendasi mereka. Hasil dari penyelidikan ini dapat menentukan arah masa depan legislasi perjudian online di Filipina, termasuk regulasi industri dan perlindungan kesehatan publik.




