
Di Brazil, Senator Humberto Costa mengajukan RUU 3754/2025 yang menaikkan usia minimal legal untuk berjudi dari 18 menjadi 21 tahun. RUU ini juga menetapkan batasan lebih ketat untuk setoran pemain dan memperketat aturan iklan guna menangani kekhawatiran terkait pesatnya pertumbuhan pasar judi online sejak peluncurannya pada Januari 2025.
Batas Setoran Baru dan Pembatasan Pemasaran
RUU yang diusulkan membatasi pemain hanya boleh menyetor maksimal satu upah minimum bulanan setiap bulan. Selain itu, Kementerian Keuangan dapat menetapkan batas pengeluaran harian dan mingguan. RUU melarang iklan judi antara pukul 6 pagi hingga 10 malam serta melarang operator mensponsori acara publik seperti festival olahraga, budaya, dan seni, meskipun acara tersebut mendapat dana pemerintah. Pemasaran yang menargetkan orang di bawah usia 21 juga dilarang.
Menangani Dampak Negatif Judi dan Kekhawatiran Sosial
Senator Costa berpendapat bahwa langkah-langkah ini akan membantu mengurangi risiko sosial yang terkait dengan perjudian. Ia menyinggung kasus pembunuhan di Minas Gerais yang terkait dengan utang judi serta kekhawatiran soal pelajar yang menggunakan pinjaman biaya kuliah pemerintah untuk berjudi, sehingga menyebabkan keterlambatan studi atau putus sekolah.
Perubahan Lanskap Judi Brazil di Tengah Regulasi Baru
Senat baru-baru ini melarang dukungan dari influencer dan atlet, serta iklan di dalam stadion dan selama siaran olahraga langsung. Meski tidak memberlakukan larangan iklan total, beberapa pelaku industri khawatir pembatasan ini dapat memperlambat pertumbuhan sektor yang baru diatur. Sementara itu, RUU 2.234/2022 yang sudah lama tertunda—yang akan melegalkan kasino darat, bingo, permainan instan, dan taruhan pacuan kuda—akan kembali dibahas setelah masa reses, menandai titik balik potensial bagi pasar judi Brazil.




