
Otoritas Regulasi Perjudian Singapura (GRA) telah mengumumkan konsultasi publik untuk meninjau usulan perubahan pada lisensi Remote Games of Chance (RGOC) Tipe 2. Perubahan ini berpotensi memungkinkan operator menyediakan pasar perdagangan hadiah dalam game (in-game). Ini merupakan langkah besar dalam perubahan regulasi.
Perubahan Industri Picu Peninjauan Regulasi
Sejak Gambling Control Act mulai berlaku pada 1 Agustus 2022, perilaku pemain dan mekanisme permainan telah berkembang. Semakin banyak pemain yang memperdagangkan item dalam game seperti stiker, grafiti, senjata, dan skin melalui platform pihak ketiga. Meskipun aktivitas ini saat ini dilarang dalam lisensi RGOC Tipe 2, GRA mencatat bahwa tindakan tersebut tidak menimbulkan risiko terhadap ketertiban umum atau sosial.
Usulan Perubahan untuk Memungkinkan Pasar Perdagangan Hadiah
Usulan pembaruan terhadap Paragraf 3(b)(iv) akan memungkinkan pemegang lisensi RGOC Tipe 2 untuk menawarkan pasar dalam game di mana pemain dapat memperdagangkan hadiah dengan uang tunai atau bentuk setara lainnya. Namun, operator dilarang membeli kembali item dari pemain. Aturan ini bertujuan mencegah “dorongan berjudi” (gambling inducement), karena hal tersebut dapat menciptakan cara pasti untuk mengonversi hadiah menjadi uang tunai — yang mempersempit batas antara game dan perjudian.
Di bawah aturan saat ini, hadiah hanya dapat ditukar dengan item lain dalam game yang sama atau game terkait. Dengan amandemen ini, pemain akan mendapatkan fleksibilitas lebih, sementara operator tetap harus menjaga perlindungan dan keamanan.
Konsultasi Publik Dibuka hingga 20 Agustus
GRA membuka sesi konsultasi untuk mengumpulkan masukan dari para pemangku kepentingan dan masyarakat umum. Batas waktu pengajuan ditetapkan pada 20 Agustus. Jika disetujui, perubahan ini dapat memodernisasi cara operator game interaktif berinteraksi dengan pengguna. Hal ini juga akan sejalan dengan tren global sambil tetap menjaga tanggung jawab sosial.
Genting Singapore Tunjuk COO Baru
Dalam berita terkait, Genting Singapore telah menunjuk Lee Shi Ruh sebagai Presiden dan COO yang baru, menandai restrukturisasi manajemen yang lebih luas dalam perusahaan tersebut.




