Studi Filipina Ungkap E-Sabong Ilegal Masih Berlangsung Online

Sebuah laporan baru dari firma riset sosiokultural The Fourth Wall mengungkap bahwa sabung ayam online, atau e-sabong, masih aktif di situs perjudian tak berizin meskipun sudah ada larangan nasional.

Studi tersebut menilai platform permainan teregulasi dan tidak teregulasi, menganalisis portofolio permainan, promosi, model afiliasi, sistem pembayaran, langkah KYC, protokol keamanan dan kepercayaan, serta layanan pelanggan.

Situs Tak Berizin Dorong E-Sabong Lewat Media Sosial

Peneliti menemukan bahwa operator tak berizin mempromosikan e-sabong melalui grup media sosial dan pesan pribadi. Riset ini membandingkan platform berlisensi seperti BingoPlus, PlayTime, dan 747 Live dengan situs tak berizin seperti PHDream, PHFun, dan Betso88.

Perbedaan Utama dalam Operasi

Operator berlisensi mengikuti protokol PAGCOR untuk verifikasi pemain dan audit permainan. Sebaliknya, situs tak berizin sering melewati pemeriksaan mendalam dan tidak memiliki proses audit, sehingga meningkatkan risiko penipuan dan akses oleh anak di bawah umur.

  • Platform tak berizin menawarkan rata-rata 5.000 permainan, dibandingkan 2.900 di platform teregulasi.
  • Mereka juga mengizinkan transaksi tanpa batas, bonus lebih besar, dan komisi afiliasi lebih tinggi, sedangkan situs berlisensi menerapkan batasan, promosi moderat, dan program afiliasi terstruktur.

Seruan untuk Penegakan Hukum yang Lebih Kuat

Direktur Riset The Fourth Wall, John Brylle L. Bae, memperingatkan bahwa permainan terlarang tetap mudah diakses, bahkan oleh individu berprofil tinggi—menyoroti tantangan penegakan hukum yang masih ada.

Temuan ini muncul ketika Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Lokal (DILG) menerapkan larangan judi online bagi pejabat dan pegawainya, yang juga berlaku untuk semua lembaga di bawah yurisdiksinya.