Thailand Perketat Penindakan Perjudian Ilegal, Razia Situs Senilai $1,73 Juta

Thailand judi ilegal

Operasi Besar Sasar Platform Dekat Bangkok

Seiring dengan pertimbangan legalisasi perjudian, otoritas Thailand semakin gencar membongkar operasi judi online ilegal. Pada hari Rabu, polisi melakukan penggerebekan situs perjudian ilegal, Auto888vip.com, dan menyita aset senilai lebih dari THB56 juta (sekitar $1,73 juta) di Pathum Thani, utara Bangkok.

Berdasarkan informasi intelijen, petugas mendatangi sebuah rumah di kawasan Khlong Luang. Di sana, mereka menangkap tersangka berusia 30 tahun yang diduga mengelola transaksi keuangan platform tersebut, termasuk penarikan dana pemain dan pengelolaan hasil judi.

Aset yang Disita Ungkap Skala Operasi

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan:

  • Uang tunai sebesar THB28 juta ($865.000)
  • Jam tangan mewah dan barang bermerek
  • Dua kendaraan mewah
  • Sertifikat rumah dan tanah yang juga dibekukan

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa Auto888vip.com memiliki rata-rata 3.000 pengguna aktif setiap bulan dan memproses penarikan tunai sekitar THB20 juta ($618.000) per bulan selama enam bulan terakhir.

Penyelidikan Berlanjut, Penangkapan Lebih Banyak Diharapkan

Meski penangkapan awal ini merupakan langkah besar, penyelidikan masih berlangsung. Polisi berharap dapat mengidentifikasi dan menangkap individu lain yang terkait dengan platform tersebut.

Penindakan ini sejalan dengan upaya lebih luas pemerintah Thailand untuk membatasi perjudian online ilegal. Tahun lalu, Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat membentuk komite nasional untuk memodernisasi regulasi perjudian dan menyesuaikannya dengan Undang-Undang Keamanan Siber.

Pasar Gelap Bernilai Miliaran Dolar

Industri perjudian ilegal di Thailand masih sangat besar dan menguntungkan. Perkiraan menyebutkan ekonomi perjudian bawah tanah mencapai nilai THB1,1 triliun ($30,9 miliar) per tahun. Meskipun diskusi mengenai legalisasi semakin berkembang, penegakan hukum tetap ketat untuk memberantas operasi tanpa izin.