Topan Wipha Melanda Makau dan Hong Kong

Topan Wipha menghantam Makau dan Hong Kong pada hari Minggu, memicu sinyal badai tertinggi—Sinyal No. 10—selama lebih dari empat jam. Hal ini menyebabkan gangguan besar pada jalur transportasi dan penerbangan di wilayah tersebut.

Penerbangan Dibatalkan dan Pos Pemeriksaan Perbatasan Ditutup

Badan cuaca Makau mengeluarkan Sinyal No. 10 pada siang hari sebelum menurunkannya menjadi Sinyal No. 8 pada pukul 5 sore saat topan mulai bergerak menjauh. Tak lama kemudian, tiga pos pemeriksaan perbatasan utama antara Makau dan Zhuhai kembali beroperasi.

Dampak topan terhadap perjalanan udara cukup signifikan. Bandara Internasional Makau melaporkan 138 penerbangan dibatalkan dan 12 dijadwal ulang, sementara Hong Kong juga mengalami gangguan penerbangan yang meluas. Banyak pelancong terdampar, dan pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah di tengah angin kencang dan hujan deras.

Warga Hong Kong Mencari Tempat Berlindung Saat Angin Mencapai 62 mph

Awalnya diklasifikasikan sebagai badai tropis, Wipha menguat menjadi topan pada malam hari. Pada Minggu sore, topan membawa hujan lebat, gelombang laut tinggi, dan angin kencang dengan kecepatan hingga 62 mph di Hong Kong, menurut Badan Meteorologi kota tersebut.

Pada malam hari, otoritas meteorologi China mengonfirmasi bahwa Wipha mendarat di provinsi Guangdong bagian selatan. Meskipun melemah saat bergerak ke barat, kantor cuaca Hong Kong terus memperingatkan efek berbahaya pascagempa, termasuk angin kencang dari tenggara dan laut yang bergelombang.

Kerusakan dan Korban Dilaporkan

Topan ini menyebabkan 253 warga Hong Kong mencari perlindungan di tempat penampungan pemerintah. Sementara itu, 26 orang mendapat perawatan medis di rumah sakit umum. Selain itu, terdapat 471 insiden pohon tumbang di seluruh kota, termasuk satu kasus di mana sebuah pohon menimpa mobil yang diparkir, seperti yang dilaporkan oleh South China Morning Post.

Saat Wipha terus melemah, pihak berwenang di wilayah ini kini fokus pada pembersihan dan pemulihan. Mereka tetap waspada terhadap bahaya yang mungkin masih tersisa akibat badai.