VBet Belanda Masih Hilang dari Google

Operator berlisensi VBet masih belum muncul di hasil pencarian organik Google di Belanda sejak Desember 2024, sementara situs tiruan ilegal justru mengambil alih posisinya.

Meski telah melakukan berbagai pembaruan teknis, upaya SEO, dan pelaporan ke Google serta Meld Vals Spel—portal pelaporan perjudian ilegal Belanda—VBet Belanda tetap tak bisa mendapatkan kembali visibilitasnya. Operator milik BetConstruct ini melaporkan kasus tersebut ke Meld Vals Spel pada 5 Mei 2025, namun hanya menerima satu balasan otomatis. Tidak ada tindak lanjut dari portal tersebut maupun Kansspelautoriteit (KSA), otoritas perjudian Belanda.

“Meld Vals Spel dibuat untuk memerangi pasar gelap, tapi apa gunanya kalau tidak ada tindakan?” ujar Ed Quigley, Direktur Regional VBet.

Pasar Gelap Untung, Operator Legal Rugi

Meld Vals Spel diluncurkan oleh VNLOK dan NOGA pada 2024 untuk memantau operator ilegal. Ironisnya, trafik yang seharusnya mengarah ke situs resmi VBet justru mengalir ke situs tiruannya yang tidak berlisensi, merugikan pendapatan dan reputasi brand.

“Ini benar-benar bencana,” tambah Quigley.

Meskipun VBet telah mencoba bekerja sama dengan Google, satu-satunya jalur komunikasi adalah melalui manajer akun iklan berbayar. Google mengakui adanya masalah, namun hanya menyarankan untuk meningkatkan anggaran iklan (PPC) alih-alih menyelesaikan isu pencarian organik.

Solusi SEO Diabaikan, Tak Ada Jalur Eskalasi

Tim SEO internal dan konsultan eksternal telah dilibatkan. David Mkrtchyan, SEO Team Lead di SoftConstruct, menduga ini akibat kesalahan algoritma atau serangan SEO negatif dari kompetitor. Namun meski mengikuti panduan pemulihan dari Google, situs VBet tetap terkubur dalam hasil pencarian.

Quigley menambahkan, “Kami tak bisa bicara langsung dengan siapa pun dari tim pencarian organik. Itu jelas aneh.”

Manajer akun Google telah mengirim beberapa tiket, tapi belum ada tanggapan, timeline, atau pengakuan kesalahan dari pihak Google.

Tak Ada Jalan Keluar yang Jelas

“Google pada dasarnya memegang monopoli, jadi sulit tahu apakah mereka peduli—dan saya rasa mereka tidak,” pungkas Quigley.