
Sektor pariwisata Vietnam menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan yang kuat. Jumlah kunjungan internasional melonjak 23% dalam tujuh bulan pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Kantor Statistik Umum, lebih dari 12,2 juta wisatawan asing mengunjungi negara tersebut dari Januari hingga Juli.
Tiongkok, Korea, dan Taiwan Pimpin Jumlah Kunjungan
Tiongkok daratan menempati posisi teratas dengan 3,1 juta wisatawan—naik 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Korea Selatan menyusul dengan 2,5 juta kunjungan, sementara Taiwan menyumbang 736.000 wisatawan. Amerika Serikat dan Jepang melengkapi lima besar dengan masing-masing 521.000 dan 449.000 kunjungan.
Pasar utama lain yang juga menunjukkan kinerja tinggi selama periode tujuh bulan tersebut termasuk Kamboja, India, dan Australia—menunjukkan daya tarik Vietnam yang semakin luas, tidak hanya terbatas pada Asia Timur.
Kunjungan Turis di Bulan Juli Terus Tumbuh
Pada bulan Juli saja, Vietnam menerima 1,56 juta wisatawan internasional, meningkat 36% dibandingkan Juli 2024. Di antara semua negara asal, Rusia mencatat lonjakan tertinggi—naik drastis 300% secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh dimulainya kembali layanan penerbangan langsung yang sebelumnya dihentikan akibat konflik di Ukraina.
Perbaikan Kebijakan Visa dan Pengembangan Infrastruktur
Vietnam terus berupaya menarik lebih banyak wisatawan asing melalui kebijakan visa yang lebih baik dan infrastruktur yang ditingkatkan. Salah satu fokus utama adalah pembangunan Bandara Internasional Gia Binh di Provinsi Bac Ninh, dekat Hanoi. Setelah selesai, bandara ini diproyeksikan dapat menampung 30 juta penumpang per tahun, dengan kapasitas yang ditargetkan meningkat hingga 50 juta pada tahun 2050.
Fokus strategis pada aksesibilitas dan kenyamanan ini menempatkan Vietnam sebagai destinasi yang semakin menarik di Asia Tenggara, baik untuk wisatawan liburan maupun pelaku bisnis.




